"Katanya kalau mau harus melakukan syaratnya, itu salah satunya
berhubungan badan"
Ritual
berbau mistis seperti pesugihan tidak ada henti-hentinya dipraktikkan oleh
sebagian masyarakat. Seperti halnya di makam Roro Mendut yang sempat menjadi
pusat perhatian orang. Makam Roro Mendut yang berlokasi di Dusun Gandu, Desa
Sendangtirto, kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Makam ini
dikabarkan menjadi tujuan untuk mencari pesugihan bagi beberapa orang. Konon
hal tersebut sudah diketahui sejak tahun 70-an hingga 90-an karena hampir
setiap hari ada ritual mistis di kompleks makam ini.
Peziarah
yang datang ke makam Roro Mendut melakukan macam-macam ritual untuk mendapatkan
pesugihan, mulai dari syukuran hingga ritual terselubung dengan berhubungan
seks.
Dilansir
dari Merdeka.com, Kepala Dukuh Gandu, Sudiyana saat itu mengaku bahwa dia
sering melihat ada ritual di makam Roro Mendut ketika umurnya masih belia.
Karena umurnya yang saat itu masih kecil, Sudiyana tidak tahu tentang adanya
ritual terselubung di makam tersebut.
"Dulu
waktu saya masih kecil sekitar tahun 70-an memang ramai, banyak orang yang
datang bahkan dari jauh-jauh untuk ritual syukuran dan lainnya," kata
Sudiyana.
Ritual
terselubung berhubungan seks di makam tersebut kemudian diketahui Sudiyana dari
cerita juru kunci makam.
"Ceritanya ya dari juru kunci, katanya kalau mau harus melakukan
syaratnya, itu salah satunya berhubungan badan namun bukan dengan suami atau
istrinya. Tapi itu dulu banget, sekarang sudah tidak lagi," jelasnya.
Menurut
Sudiyana, makam tersebut berhenti menjadi tempat ziarah sejak para tokoh
Muhammadiyah kerap memberikan pengajian. Warga diperingatkan jika hal tersebut
bertentangan dengan agama Islam, maka sejak saat itu warga pelan-pelan munutup
makam tesebut. Bahkan juru kuncinya pun sudah tidak ada lagi.
"Juru kuncinya, Pak Bakrun sekarang juga sudah tidak mau mengurusi
itu, itu kan diturunkan dari bapak, dulu bapaknya Pak Bakrun yang jadi juru
kunci," ungkapnya.
Walau makam
Roro Mendut sudah tidak lagi diurus dan digunakan untuk berziarah, tapi
Sudiyana tidak menutup mata bahwa masih ada orang yang diam-diam mendatangi
makam. Namun Sudiyana menegaskan bahwa peziarah-peziarah itu bukan warga
sekitar, melainkan dari tempat yang jauh.
"Kita
kan tidak bisa memantau, tempatnya tersembunyi, jalan juga sudah kita tutup, ya
mungkin ada yang diam-diam ke situ, tapi bukan warga sini," jelasnya.
Tidak bisa
dimungkiri bahwa hal semacam ritual pesugihan berbau mistis seperti ini
biasanya dilakukan orang untuk mendapatkan kekayaan atau kesuksesan secara
instan. Walaupun zaman semakin maju dan modern seperti tahun 2020 ini, praktik
dan kepercayaan mistis seperti ini masih berlangsung.




